Sudah sekian lamanya saya nggak ngepost apa-apa di blog ini. Maafin dindun ya Allah... hehe...
Bukan sok sibuk, tapi memang sibuk... Kerjaan dikantor parah banget, sampai sabtu-minggu pun aku kerjaaaa.. lembuuurr...
Ini sebenernya aku ngepost buat blog sebelah. Blog tentang pernikahan gitu.. Isinya orang-orang yang berbagi berbagai cerita mengenai pernikahan mereka, baik yang belum, sedang akan, baru saja, atau sudah menikah bertahun-tahun.. Iya, itu blog sekolahpernikahan.ning.com. Ngikutin blog ini bukan karena udah kebelet nikah sih, tapi seru aja baca kisah orang-orang. Ada yang galau, ada yang bahagia, ada yang biasa aja juga. Hehe... So, yuk mari disadaaaaap...
Jadi, ceritanya, saya ini digolongkan kedalam kategori galau.
Tapi galau santai. *apa lagi itu galau santai? hehe... Ya begini lah,
kegalauan saya kadang munculkadang tidak, dan ketika muncul ya gitu-gitu
aja.. Tidak memberikan tekanan yg berarti namun cukup mengisi relung
pikiran. Hehe..
Kegalauan yang paling sering muncul
dipikiran saya nggak jauh-jauh dari pertanyaan "Kenapa saya belum
menikah?". Memang sih, secara usia saya belum telat menikah, masih 24
tahun. Tapi sebenarnya saya sudah pingin menikah dari tahun lalu. Saat
itu saya sudah lulus kuliah dan baru mulai kerja, saya berfikir apa lagi
yang saya tunggu. Calon juga sudah ada, kami sudah saling kenal dengan
orang tua-orang tua kami, dan dianya juga sudah ingin menuju kesana.
Tetapi kami sama-sama sepakat bahwa menikah itu bukan hanya urusan
berdua. Memang yang akan menjalani intinya berdua saja, tapi menikah itu
menyangkut hajat hidup orang banyak, terutama orang tua, dan keluarga
serta kerabat. Jadi tidak bisa hanya diputuskan berdua saja.
Sementara
itu, dari sisi keluarga saya, khususnya ayah saya, belum menginginkan
saya cepat-cepat menikah. Beliau mensyaratkan minimal saya-nya sudah
bekerja dan menikmati hasil kerja saya sendiri minimal selama 2 tahun.
Karena menurut ayah saya yang namanya menikah itu nantinya akan banyak
menyita hal-hal yang tadinya bisa dinikmati sendiri. Banyak orang yang
mendengar cerita saya tentang alasan itu kemudian berkomentar bahwa
argumen tersebut salah, justru menikah adalah indah, karena segala
sesuatu jadi bisa dinikmati berdua. Sungguh, pemahaman saya juga seperti
itu. Menikah dan bisa menikmati apapun berdua, adalah suatu kenikmatan.
Tapi ternyata tidak untuk ayah saya. Pernah saya menyampaikan demikian,
dan terbantahlah oleh nasihat ayah saya yang intinya "sudahlah, kamu
nurut aja, nanti kamu juga pasti tau betapa yg ayah katakan ini benar.
nanti kamu rasakan sendiri bedanya."
Saya yang anak bungsu ini,
nggak berani menyanggah kata-kata ayah saya. Dua kakak saya telah
menikah, dua-duanya perempuan, itu artinya anak ayah saya 3 orang, sudah
2 yang 'diambil' orang. Bisa jadi ayah saya punya perasaan tidak ingin
cepat2 ditinggalkan anak bungsunya. Hal yang cukup wajar bukan?
Entahlah, saya nggak merasa harus memaksa ayah saya juga untuk dapat
mengijinkan saya cepat menikah. Walau sebenarnya dalam hati saya sangat
ingin. Some people in my position, may have their chance to fight their
desire. Tapi saya cukup mafhum dan merasa masih sanggup menahan
keinginan saya demi keinginan ayah saya.
Apapun alasan
sesungguhnya, untuk beliau atau untuk saya, saya nggak berniat lagi
untuk menyanggah. Yang ada difikiran saya, ketika ayah saya belum ridho,
artinya Allah pun belum memberikan kesempatan untuk saya. Buat apa saya
ngeyel. Mungkin memang waktunya belum tepat toh. Allah lah Yang Maha
Mengetahui segala yg terbaik untuk hambaNya, ya kan?
Tidak cukup
sampai disitu, sebenarnya yang membuat kegalauan saya timbul tenggelam
adalah kenyataan bahwa rencana pernikahan teman-teman saya ternyata
lebih lancar dan mulus ketimbang saya dan calon. Kebetulan saya dan
calon dulunya adalah teman satu kampus, jadi teman-teman saya kebanyakan
juga teman dia. Banyak diantara teman-teman kami yang menikah di tahun
ini, dan sudah merencanakan menikah di tahun depan. Undangan bertebaran
di media social maupun media-media komunikasi yang lain.
"Eh si itu mau menikah lho bulan 4 tahun depan."
"Oh iya..? Wah seneng ya.. moga2 lancar deh.."
"Iya... yaaaa satu lagi temen kita udah mau nikah... alhamdulillah.."
Setiap
kali membahas ini, selalu berakhir ngambang seperti itu. Mau diterusin
juga ujung-ujungnya malah bikin nggak enak. Pasti sampai juga ke
pertanyaan "kita kapan ya?"
Kami bukan belum pernah mengajukan
proposal ke orang tua saya, sudah kok. Bahkan dia memang telah dua kali
datang dan 'nembung' (istilah jawa dari melamar) ke ayah saya. Sekali
dia datang sendirian, yang kedua beserta ayahnya dan keluarga besarnya.
Tidak, ayah saya tidak menolak, ayah saya hanya mengatakan "boleh, tapi
ojo kesusu", artinya boleh tapi jangan buru-buru. Jadi acara lamaran
kami tidak seperti acara lamaran biasanya dimana pihak perempuan telah
memberi jawaban tentang kapan waktu pelaksanaan pernikahannya. Tidak
apa-apa, saya tidak ingin memaksa ayah saya untuk mengambil keputusan
soal kapan. Alhamdulillah calon saya juga tidak mengharuskan kami
buru-buru menjawab kapan-nya.
Sungguh santai bukan? Makanya saya
katakan kegalauan saya masuk kategori galau tapi santai. hehe... Kadang
galau, kadang tidak... kadang kepikiran, kadang...ah nggak pernah nggak
kepikiran sih.. hehe...
Balik lagi ke kondisi melihat teman-teman
yang (menurut saya) rencana pernikahannya lebih lancar. Banyak diantara
teman-teman yang menikah justru merencanakan pernikahan mereka dengan
singkat dan tidak ada penundaan yang berarti, kecuali masalah antrian
gedung, dan atau hanya menunggu turunnya SK, atau menunggu kelulusan
kuliah salah satu dari pasangan itu. Bahkan mungkin ada yang baru saja
memulai hubungan, baru saja kenal, tapi langsung merencanakan menikah
dan alhamdulillah lancar. Sungguh rasanya bahagia melihat teman-teman yg
mendapati rencana pernikahan mereka sangat mulus. Iya, bahagia, dan ada
sedikit rasa iri. Sedikit saja.
Sering terbersit difikiran saya,
apakah memang saya-nya yang belum pantas mendapatkan kesempatan
itu..sebelah mana dari diri saya yang harus saya benahi hingga saya
belum pantas menikah. Sering juga saya utarakan pertanyaan itu ke calon
saya, dia hanya menjawab bahwa kita memang masih harus selalu berusaha
memantaskan diri, sampai Allah lah yang menentukan kita sudah pantas
atau belum. Bukan kita yang bisa menentukan. Kalau sudah begitu, sudah
melayang lagi rasa galau saya. Hanya bisa tersenyum dan optimis dan
berfikiran positif pada semuanya. Begitu...saja berkali-kali... hehe..
Itulah kenapa saya bilang saya galau santai... galau saya timbul
tenggelam.. Kalaupun lagi timbul, ya gitu-gitu aja timbulnya... santai..
:-D
Sekian dari saya... mohon arahannya bagi yang mungkin berpengalaman lebih. Atau ada yang senasib dengan saya maybe.. hehe..
Terimakasih
atas waktunya, untuk yang bersedia membaca curhatan saya yang panjang
dan nggak santai, nggak sesantai galau saya.. hihihi..
:-)
Mohon pengertiannya bagi yang ingin ngetawain, jangan kenceng-kenceng ya... Hahah...
Kopaja PHP
Pertama kali saya naik Kopaja itu... kapan ya.. udah lama banget waktu saya masih kecil. Karena dari kecil saya sering menghabiskan libur sekolah di Jakarta, nyusulin dua kakak saya yang memang sudah lama berdomisili (baca: kerja) di Jakarta. Namun, pas saya ikutan berdomisili (baca:kuliah) di Jakarta kira-kira tahun 2008, saya malah jarang naik angkutan umum karena pegang motor sendiri, jadi kemana-mana ya naik motor, nggak cuma dipegangi.
Motor saya bawa terus, waktu udah kerja pun (masih di Jakarta) saya masih bawa motor kemana-mana. Sampe akhirnya awal tahun 2013 kemarin saya terpaksa jual motor saya karena emang si Jenny (sebutan motor saya) udah tua. Tiap servis rutin nggak cuma bayar servis dan nggak cuma minyak oli yang minta ganti. Lama-lama minta ganti mesin juga ni motor, pikir saya. Daripada makin makan ati dan makan duit, mending buru-buru dijual aja sebelum makin parah tuanya. Hehe.. Lakulah Jenny dijual sama Papa saya di Solo. Harganya? Ada deeeeh..
Semenjak Jenny di jual, dan saya belum kuat beli motor baru, bahkan kredit aja belum kuat karena gaji belum turun sejak Oktober (curcol ini), jadinya saya lebih sering kemana-mana naik angkutan umum.
Saya sebenernya suka naik Bus Transjakarta (atau sebut saja baswe (busway maksudnya)) kemana-mana, tapi terkadang busway terasa lebih ribet karena transit-transitnya. Memang ada beberapa rute busway yang lebih ribet daripada bus/mini bus biasa. Disitulah datang kesempatan saya kembali menggunakan jasa Kopaja.
Singkat cerita, weekend kemarin saya berniat pulang ke Cilandak ke rumah kakak saya yang nomer satu. Semenjak kakak saya yang nomer dua pindah ke Magelang ya kakak saya di Jakarta tinggal yang nomer satu aja.
Berangkat dari kos di Benhil sekitar jam 13.30, naik angkot ke Pasar Benhil, nyebrang via jembatan busway, trus nungguin Kopaja 19 jurusan Tanahabang-Ragunan. Nggak lama nunggunya, dapet deh, berdiri sih, nggak apa-apa kupikir, deket ini. Harusnya, kalau naik jurusan ini, saya tinggal turun di perempatan deptan trus nyambung angkot 61, sampe depan gang rumah. Tapi itu cuma khayalan belaka ketika tiba-tiba sang Kopaja 19 nurunin semua penumpang di Blok M dan disuruh ngelanjutin perjalanan pake Kopaja 605a. Turun deh saya, nunggu lagi. Untung nggak lama-lama 605a-nya lewat, dan pas aja sebentar setelah saya berada di dalam Kopaja tiba2 langit gelap dan menangis bercucuran air hujan.
Sudahlah, saya putuskan untuk melupakan saja kekecewaan saya pada Kopaja 19 yang nggak bertanggungjawab. Bahkan sebenernya ini bukan kali pertama saya dikecewakan oleh Kopaja 19, dulu sudah pernah juga.
Singkat cerita, besoknya, hari Minggu sore saya berniat pulang ke kosan. Karena udah ngelupain kekecawaan yang kemarin, saya nungguin Kopaja 19 dong di perempatan ampera. Nungguin dari jam 17.30 sampe jam 18.00 belum ada juga 19 yang lewat. Kecewaaaa lagiiii lah.. hahaha... Saya putuskan untuk naik jurusan lain yang lebih ribet tapi jelas ada mobilnya daripada musti nggak jelas dan bosen nungguin Kopaja 19 yang PHP (Pemberi Harapan PALSU).
Sudah cukup. Saya pikir 3x sudah cukup dikecewakan Kopaja 19. Geleng-geleng deh kalo dipikirin. Gimana orang Jakarta nggak males naik angkutan umum kalau kenyataannya angkutan umumnya kayak begini... Sopir-sopir angkutan umum mengeluhkan penumpangnya yang beralih ke busway, ya kupikir itu slah mereka sendiri. Kalo aja mereka nurutin SOP, ngerawat armada, jamin keamanan, nggak rebutan penumpang dan nggak seenaknya nurunin penumpang, nggak akan tuh kehilangan penumpang.
Jadi inget, saya pernah turun dari kopaja 608 itu pas minta berhenti, dituruninnya di tengah jalan. Beneran ditengah, di marka tengah. Udah gila mungkin sopirnya.
Yah begitulah kekecewaan saya kepada Kopaja, agaknya udah cukup buat saya kapok dan jera naik Kopaja. Mending ribet-ribet naik busway lah daripada terlunta-lunta.
Asal Muasal Kata "Kepo"
"Eh..eh.. Pacar lo gajinya berapa?"
"Dih.. Kepo banget sih lo..."
"Dih.. Kepo banget sih lo..."
Pernah mendengar percakapan sejenis itu? Atau mungkin pernah mengalami sendiri percakapan seperti itu? Hehehe.. Dewasa ini kita sangat sering mendengar kata "kepo" digunakan dalam percakapan sehari-hari. Di kantor saya pun sepertinya kata "kepo" ini masih jadi trending word. Apa sih arti kata "kepo" yang sebenarnya?
Setelah lama mencari-cari, saya akhirnya mendapatkan bermaca-macam penjelasan tentang "kepo" ini dari berbagai sumber, dan belum tau juga penjelasan mana yang paling benar. Hehehe... So, kita bahas satu-satu ya..
Definisi "kepo" yang paling pertama banget saya dapet ya dari memperhatikan percakapan orang lain. Seperti contoh percakapan diatas. Dari situ bisa kita tebak bahwa maksud kata "kepo" adalah "pingin tau banget". Ya kan? Dari situ saya baru mulai menggunakan juga kata "kepo".
Kemudian, pernah suatu saat ada temen yang bahas tentang "kepo" ini, salah satu dari mereka bilang kalo "kepo" itu aslinya singkatan dari "KElakuan POlisi". Hah? Apa hubungannya? Katanya kelakuan polisi kan suka nanya-nanya orang tuh, suka menginterogasi, jadi orang yang suka nanya-nanya kayak gitu disebut "kepo - kelakuan polisi".
Tadinya, dua definisi sudah berhasi membuat saya yakin bahwa kata "kepo" berasal dari analogi kelakuan polisi dan digunakan untuk menyebut orang yang banyak nanya karena pingin tau banget. Ternyata, masih ada banyak definisi lain yang keakuratannya sama saja belum terbukti.
Ke-kepo-an saya atas arti kata "kepo" kembali tergugah karena membaca linimasa twitter mbak Fira Basuki yang kemarin sempat menyebutkan kata "keypo" lalu kemudian memberikan sedikit penjelasan tentang kata ini. Ini dia tweet-nya:
"Hak Anda bertanya. Hak saya menjawab semua, sebagian, atau tidak sm sekali. Apalagi kl tll pribadi (keypo) :)))"
Setelah itu sepertinya ada seorang teman twitter mbak Fira yang bertanya apa itu "keypo". Kemudian mbak Fira menjelaskan bahwa "keypo" adalah asal mula kata "kepo" yang sedang sangat trending di percakapan anak gaul Indonesia. Menurut mbak Fira, keypo adalah kata dalam Bahasa Hokkien (bahasa yang digunakan oleh komunitas Tionghoa di Medan, Pekanbaru, dan Palembang), yang kemudian sudah menjadi kata serapan di Bahasa Singlish (Singaporean English). Arti dari keypo, menurut mbak Fira, adalah "ingin tahu", dalam konteks yang sama sekali tidak negatif. Berikut tweet lanjutan mbak Fira:
"Utk kt kaypoh lbh lanjut bs baca novel Jendela2. It's not negative word, artinya hanya: ingin tahu. Bukannya setiap org nanya itu ingin tahu?"
Kemudian teman twitter mbak Fira yang lain ikut manjawab mengenai "keypo" ini melalui tweet yang di retweet oleh mbak Fira:
"kaypoh is a singlish term of 'curious', terus di lidah org Indonesia berubah jadi 'kepo'...begitu kan ya, mba? #CMIIW :)"
Nah, dari situlah saya akhirnya penasaran dan jadi ikut "kepo" beneran, sampe nge-googling keyword "Asal Mula Kata Kepo" dan "kaypoh". Dan, hasilnya sangat beragam. Ada satu website yang memuat arti kata-kata gaul, yaitu http://kitabgaul.com/. Disitu dijelaskan beeeerbagai macam arti kata "kepo", antara lain:
1. Berasal dari bahasa hokkian. Ke = Bertanya, Po (Apo) = Nenek2. Jadi artinya nenek2 yg suka bertanya2. Pingin tau banget gitu.. Ini penjelasan yang paling banyak mendapat vote dari pengunjung. Tapi tetap saja tidak memberikan keyakinan atas arti kata "kepo". hehehe..
2. mau tau urusan orang lain. Vote terbanyak kedua jatuh pada opsi arti ini, namun masih terlalu general menurut saya.
3. (kata sifat) suka mencampuri urusan orang lain; gapil; usil. Asal: Bahasa Cina (Hokkian) kay poh (atau kaypo). Hampir sama seperti penjelasan nomor satu.
4. Kepo itu singkatan dari kira2 Knowing Every Particular Object. Artinya ya sama maknanya kayak mau tau aja. Nah ini nih, definisi lain lagi dari kata "kepo". Ada juga yang bilang kalau "kepo" itu singkatan dari Knowing Every Particular Object.
5. kea polisi (kyak polisi). Hahaha, ini mungkin yang bikin definisi agak alay.
6. singkatan dari kek pembokat (kayak pembantu), banyak nanya...disuruh ngrjain a byk tnya dulu, gag tanggap. Oke, yang ini agak keterlaluan.
7. Kata kepo berasal dari dua kata bahasa inggris menunjukkan "Care Full" artinya "Peduli banget". Kata 'Care Full' ini mengalami transformasi: Care Full -> Ker Pol -> Kepo. Hohoho.. Rupanya orang yang membuat definisi ini punya pikiran positif. Tapi memang masuk akal lho..
8. Kepo > bahasa Hokian. ga dimintai bantuan eh malah bantu. ga ditanya eh malah pasang gaya tao. Nobody ask her/him lah kok nimbrung ==a sih ?? Nah, yang ini agak nggak pas menurut saya, masa orang mau bantuin kok malah dimarahin. Apa salahnya?
9. Kepo adalah singkatan dari KElakuan POlisi. Seperti tugas polisi-polisi pada umumya yaa selalu bertanya-tanya kayak wartawan kalo misal kita lagi terlibat masalah sama polisi tersebut. Ternyata penjelasan ini mendapatkan 2 vote negatif. Ada yang nggak setuju rupanya sama singkatan ini.
10. ndeso/katrok. Penjelasan yang paling nggak ada dasarnya, sampe dapet 4 vote negatif dari pengunjung.
Dari keyword "kaypoh" saya mendapatkan penjelasan tentang kaypoh dari dua sumber, yaitu wiktionary.org dan blog seorang Singaporean littlemskaypoh.blogspot.com.
Dari wiktionary, "kaypoh" artinya busybody atau "to act as a busybody". Busybody sendiri artinya adalah orang yg suka campur tangan dlm urusan orang lain. (dari Google Translate). Tidak berbeda, kalau dari halaman "About Me" di blog si Little Miss Kaypoh itu katanya "kaypoh" sama dengan busybody.
Dari berbagai penjelasan tentang "kepo" ini menurut saya mungkin yang paling kuat dasarnya ya yang dibilang mbak Fira Basuki dalam tweetnya. Tapi sekarang saya nggak akan ambil pusing dan bingung lagi tentang apa itu arti "kepo", yang penting tergantung konteksnya aja. Ya kan? :-)
.
.
.
.
.
.
.
By the way, kepo banget ya saya penasaran dan nyari-nyari asal kata "kepo" ini sampe googling segala...
:-D
Bandung Story (telon's memorable trip)
So, akhirnya saya punya waktu untuk menepati janji menulis menceritakan liburan telon awal bulan April lalu. Persis sebulan yang lalu, tepatnya tanggal 6 April 2012. Telon itu siapa? Telon itu ya kita. Hehe.. Saya dan lima gadis belia sahabat tercinta saya.
Sebenarnya Telon sudah merencanakan "liburan" sejak bertahun-tahun silam, saya bahkan udah lupa kapan itu. Tapi belum bisa terealisasi hingga kata "LULUS" tersandang. Entah bagaimana aawalnya, tiba-tiba Bulan Maret 2012 yang lalu muncul lah ide "liburan" Telon ke Bandung. Padahal diantara enam gadis manis ini nggak ada yang berdomisili di Bandung. Tapi yaaa justru itu.. hahaha... Namun sayangnya satu personil Telon ternyata nggak bisa ikut acara "liburan" kali ini dikarenakan suatu alasan yang teramat pelik untuk diceritakan.
Singkat cerita, tanggal 6 April 2012 Telon janjian ketemu di Bandung sekitar jam makan siang. Dengan segala teknis yang ruwet akhirnya Telon baru bener-bener ngumpul di Cihampelas Point Cipaganti. Sudah itu kita langsung check in di Guesthouse yg sudah saya book dari sehari sebelumnya, yaitu Guesthouse Pos Cihampelas. Letaknya didaerah Cicendo, dekat Hotel Novotel. Tampak depan, guesthouse ini sangat suram, tapi ternyata dalemnya oke-oke aja lho.
Di guesthouse kita mandi dan ganti baju, baru sudah itu kita keluar makan siang. Tujuan pertama makan siang kita adalah Gampoeng Aceh. Makanannya mirip cafe chennai di Bintaro Nine Walk, yaa semacam cafe India gitu deh. Tujuan setelah makan siang adalah BEC, kenapa? karena ponsel saya tiba-tiba rusak gara-gara malware Instagram. Maksud hati sih mau main instagram selama liburan, ternyata malah bikin petaka. Jadilah kita langsung cuuuuz ke BEC, bukan untuk beli hp baru sih, tapi ke Samsung Service Center yang ternyata hari itu tutup karena tanggal merah. huhuks.. Untung saya bawa ponsel Sony Ericsson saya yang walaupun keypadnya mencelat2 masih bisa juga dipakai. Karena di BEC nggak membuahkan hasil, jalan kaki lah saya sama Ayus ke BIP. Daaaan, sampe BIP ternyata Enduh, Dee, dan Adu yang naik mobil belum sampe. Wakakakaka... Malah muter-muter deh sama Jodi.
Oiya, perkenalkan, Jodi adalah sopir gaul kami selama di Bandung. Kalau mau tau seperti apa gaulnya sopir kami, bayangin aja penampilan Axel anak Titi DJ, persiiiiiss.... plus behel dan BB nya. hihi.. Sopir kami ini tergolong asik karena dia bisa merangkap jadi guide kami selama di Bandung. Dia tau semua tempat asik yang wajib dikunjungi di Bandung. Sayang sekali kami nggak punya fotonya Jodi.
Balik lagi ke cerita BIP, di BIP saya beli charger. Iya, karena saya nggak bawa charger Sony, bawanya Samsung. Dari BIP kita moving ke FO-FO. FO yang pertama The Secret di Jalan Riau, dilanjutkan ke FO Rumah Mode di Setiabudhi. Berhubung sudah malem, pulang ke penginapannya sekalian makan malam. Jodi nyaranin kita untuk makan di "Nasi Bancakan", rumah makan bergaya tradisional dengan alat-alat makan tradisional dan setting tempat yang entah sengaja atau tidak dibuat sangat lusuh dan berantakan. Hahaha.. Tapi makanan disini lumayan laah..
Pulang lah kita ke guesthouse dan cepat-cepat istirahat karena besoknya kita mau ke Trans Studio, Indoor Theme Park di Bandung. Yaa semacam Dufan gitu lah, tapi indoor.
Sengaja kita berangkat pagi ke BSM biar nggak antri-antri banget di Trans Studionya. Berangkat lah kita setelah santap free breakfast dari penginapan kita. Dijalan, kita memutuskan untuk sarapan lagi karena nggak kenyang cuma sarapan roti bakar dan teh panas. Hahaha.. Mampirlah kita di tukang bubur dideket BSM. Pesan bubur untuk 5 orang dan ternyata tinggal tersisa 2 porsi. Saking kreatifnya Telon, kita minta si abang bubur untuk menjadikan bubur dua porsi ini menjadi lima porsi. Superb.
Sudah sarapan kita langsung cuuuuz ke Trans Studio dan menghabiskan waktu disana sampai Ashar. Dari Trans Studio kita langsung berencana pulang ke Jakarta, dan masih diantar Jodi karena memang kita book dia dari Jumat sampai Minggu (2 x 24 jam).
Nah, kebetulan dong, mumpung masih ada waktu, muncullah ide Telon jadinya nggak langsung ke Jakarta, tapi pulangnya ke Rumah Dewi (yang nggak ikut liburan) di Tangerang. Nah, ini nih.. Proses menemukan rumah Dewi ini nih yang jadi petualangan tak terlupakan. Dan serunya, Jodi sopir gaul kita ini orangnya nggak gampang menyerah lho. Dia ikut bingung karena memang belum pernah menjamah daerah Tangerang, apalagi sepelosok rumah Dewi ini. Hahaha.. Amazingly, ketemu!! Haha...
Rencananya sih Telon nginep di rumah Dewi dan Minggunya langsung ke Bandara nganter yang bertolak ke Probolinggo dan Solo. Berhubung ponselku butuh perawatan khusus, aku nggak bisa ikut deh, dan balik duluan pagi-pagi bangetnya.
Over all, liburan Telon memorable banget lah. Saya sendiri sebenarnya nggak menyangka bisa kumpul dan liburan sama Telon justru disaat kita sudah benar-benar dipisahkan oleh jarak. :)
Tapi yaa.. inilah Telon.. dan sampai nanti kita tetap akan begini.. :)
PS: I love Telon *smooch..
Sebenarnya Telon sudah merencanakan "liburan" sejak bertahun-tahun silam, saya bahkan udah lupa kapan itu. Tapi belum bisa terealisasi hingga kata "LULUS" tersandang. Entah bagaimana aawalnya, tiba-tiba Bulan Maret 2012 yang lalu muncul lah ide "liburan" Telon ke Bandung. Padahal diantara enam gadis manis ini nggak ada yang berdomisili di Bandung. Tapi yaaa justru itu.. hahaha... Namun sayangnya satu personil Telon ternyata nggak bisa ikut acara "liburan" kali ini dikarenakan suatu alasan yang teramat pelik untuk diceritakan.
Singkat cerita, tanggal 6 April 2012 Telon janjian ketemu di Bandung sekitar jam makan siang. Dengan segala teknis yang ruwet akhirnya Telon baru bener-bener ngumpul di Cihampelas Point Cipaganti. Sudah itu kita langsung check in di Guesthouse yg sudah saya book dari sehari sebelumnya, yaitu Guesthouse Pos Cihampelas. Letaknya didaerah Cicendo, dekat Hotel Novotel. Tampak depan, guesthouse ini sangat suram, tapi ternyata dalemnya oke-oke aja lho.
Di guesthouse kita mandi dan ganti baju, baru sudah itu kita keluar makan siang. Tujuan pertama makan siang kita adalah Gampoeng Aceh. Makanannya mirip cafe chennai di Bintaro Nine Walk, yaa semacam cafe India gitu deh. Tujuan setelah makan siang adalah BEC, kenapa? karena ponsel saya tiba-tiba rusak gara-gara malware Instagram. Maksud hati sih mau main instagram selama liburan, ternyata malah bikin petaka. Jadilah kita langsung cuuuuz ke BEC, bukan untuk beli hp baru sih, tapi ke Samsung Service Center yang ternyata hari itu tutup karena tanggal merah. huhuks.. Untung saya bawa ponsel Sony Ericsson saya yang walaupun keypadnya mencelat2 masih bisa juga dipakai. Karena di BEC nggak membuahkan hasil, jalan kaki lah saya sama Ayus ke BIP. Daaaan, sampe BIP ternyata Enduh, Dee, dan Adu yang naik mobil belum sampe. Wakakakaka... Malah muter-muter deh sama Jodi.
Oiya, perkenalkan, Jodi adalah sopir gaul kami selama di Bandung. Kalau mau tau seperti apa gaulnya sopir kami, bayangin aja penampilan Axel anak Titi DJ, persiiiiiss.... plus behel dan BB nya. hihi.. Sopir kami ini tergolong asik karena dia bisa merangkap jadi guide kami selama di Bandung. Dia tau semua tempat asik yang wajib dikunjungi di Bandung. Sayang sekali kami nggak punya fotonya Jodi.
Balik lagi ke cerita BIP, di BIP saya beli charger. Iya, karena saya nggak bawa charger Sony, bawanya Samsung. Dari BIP kita moving ke FO-FO. FO yang pertama The Secret di Jalan Riau, dilanjutkan ke FO Rumah Mode di Setiabudhi. Berhubung sudah malem, pulang ke penginapannya sekalian makan malam. Jodi nyaranin kita untuk makan di "Nasi Bancakan", rumah makan bergaya tradisional dengan alat-alat makan tradisional dan setting tempat yang entah sengaja atau tidak dibuat sangat lusuh dan berantakan. Hahaha.. Tapi makanan disini lumayan laah..
Pulang lah kita ke guesthouse dan cepat-cepat istirahat karena besoknya kita mau ke Trans Studio, Indoor Theme Park di Bandung. Yaa semacam Dufan gitu lah, tapi indoor.
Sengaja kita berangkat pagi ke BSM biar nggak antri-antri banget di Trans Studionya. Berangkat lah kita setelah santap free breakfast dari penginapan kita. Dijalan, kita memutuskan untuk sarapan lagi karena nggak kenyang cuma sarapan roti bakar dan teh panas. Hahaha.. Mampirlah kita di tukang bubur dideket BSM. Pesan bubur untuk 5 orang dan ternyata tinggal tersisa 2 porsi. Saking kreatifnya Telon, kita minta si abang bubur untuk menjadikan bubur dua porsi ini menjadi lima porsi. Superb.
Sudah sarapan kita langsung cuuuuz ke Trans Studio dan menghabiskan waktu disana sampai Ashar. Dari Trans Studio kita langsung berencana pulang ke Jakarta, dan masih diantar Jodi karena memang kita book dia dari Jumat sampai Minggu (2 x 24 jam).
Nah, kebetulan dong, mumpung masih ada waktu, muncullah ide Telon jadinya nggak langsung ke Jakarta, tapi pulangnya ke Rumah Dewi (yang nggak ikut liburan) di Tangerang. Nah, ini nih.. Proses menemukan rumah Dewi ini nih yang jadi petualangan tak terlupakan. Dan serunya, Jodi sopir gaul kita ini orangnya nggak gampang menyerah lho. Dia ikut bingung karena memang belum pernah menjamah daerah Tangerang, apalagi sepelosok rumah Dewi ini. Hahaha.. Amazingly, ketemu!! Haha...
Rencananya sih Telon nginep di rumah Dewi dan Minggunya langsung ke Bandara nganter yang bertolak ke Probolinggo dan Solo. Berhubung ponselku butuh perawatan khusus, aku nggak bisa ikut deh, dan balik duluan pagi-pagi bangetnya.
Over all, liburan Telon memorable banget lah. Saya sendiri sebenarnya nggak menyangka bisa kumpul dan liburan sama Telon justru disaat kita sudah benar-benar dipisahkan oleh jarak. :)
Tapi yaa.. inilah Telon.. dan sampai nanti kita tetap akan begini.. :)
PS: I love Telon *smooch..
I don't know how to spell L'Arc-en-Ciel well, indeed.
Suatu hari aku denger salah satu lagunya L'Arc-en-Ciel diputer di radio, lalu cuma komentar "Oh, ini lagunya". Nah berhubung taunya band ini namanya L'Arc-en-Ciel , bingung lagi deh waktu ada yang bilang namanya Laruku. Sempet juga kukira L'Arc-en-Ciel itu beda sama Laruku, dan lagi-lagi kala itu aku ngga peduli, cenderung ngga tertarik ah intinya. Setelah beberapa saat, mungkin setahun atau lebih barulah kutau kalau mereka sama aja, L'Arc-en-Ciel ya disebut juga Laruku.
Sebatas itu aja aku tau tentang band Jepang beraliran Rock Punk ini, padahal si pacar suka banget ama band ini dan seringkali pas telponan backsound-nya ya lagu-lagunya Laruku. Tapi ya, ya memang sebatas tau aja. Hehe...
Minggu lalu denger kabar band ini akan menggelar tour di beberapa negara di dunia, salah satunya Indonesia. Kebetulan Indonesia kebagian jadwal tour di bulan Mei tahun ini. Berhubung si pacar sama adiknya emang hobi banget sama Laruku, jadi mereka berdua pingin ngusahain bisa dapet tiket nonton konsernya Laruku di Jakarta. Waktu si pacar lagi getol-getolnya mantau rajakarcis.com, dengan bodohnya aku ngomong "Biasanya sih cepet abisnya tuh tiket, sehari juga bisa ludes". Jegeeeerrrrrr... Geger deh. Dia merasa aku matiin harapan dia buat ngusahain tiket Laruku, padahal aku ngga bermaksud gitu. Spontan aja ngomong gitu karena biasanya konser-konser bagus memang begitu. Duh nyesel deh ngomong gitu, hehe, ngga pikir panjang sih. Tapi berhubung pacarku baik ya dianya maafin aku, hihi.
Beberapa hari setelah kejadian itu, aku ketemu dong sama temenku yang namanya Wahyu. Dia suka banget sama semua hal yang berbau Jepang, termasuk Laruku. Yang mengejutkan, sekonyong-konyong dia bilang " Eh, jadi udah dapet tiket konsernya Laruku? Entar kalo jadi nonton aku titip salam buat Hyde ya". Bah. Aku ngga tau Hyde itu siapa, tapi dari kalimatnya sih kayaknya itu personil Laruku ya. Hahahahaa...
Baiklah, demi kemaslahatan bersama, akhirnya aku memutuskan untuk googling dan wiki-ing, tanpa 9gag-ing, tentang L'Arc-en-Ciel ya disebut juga Laruku. Ngga ada salahnya juga memperluas wawasan.
Jadi, ternyata....
L'Arc~en~Ciel dalam bahasa Jepang-nya: ラルク アン シエル Raruku An Shieru >> makanya jadi disebut Laruku. Nama "L'Arc~en~Ciel" berasal dari sebuah kata dalam bahasa Perancis yang secara harfiah berarti "lengkungan di langit" atau "pelangi", nama ini diambil dari judul sebuah film Perancis yang pernah ditonton oleh Tetsu. Tetsu itu siapa? Tetsu itu bassis sekaligus founder band yang didirikan pada Februari 1991 ini. Personilnya ada Hyde (vokal), Ken (gitar), Tetsu (bass), dan Yukihiro (drum). Untuk sejarah dan perjalanan Laruku secara detil baca aja dimari >> via wiki.
Album-album Laruku yang udah di rilis:
- Dune (April 27, 1993)
- Tierra (July 14, 1994)
- Heavenly (September 1, 1995)
- True (December 12, 1996)
- Heart (February 25, 1998)
- Ark (July 1, 1999)
- Ray (July 1, 1999)
- Real (August 30, 2000)
- Smile (March 31, 2004)
- Awake (June 22, 2005)
- Kiss (November 21, 2007)
- Butterfly (February 8, 2012)
Selengkapnya baca dimari >> L'Arc-en-Ciel discography
[Source: larc-en-ciel.com and wikipedia.org]
See also ---->> 20th L'Anniversary L'Arc-en-Ciel World Tour
Hama Beads | Mainan edukasi yang disulap jadi hiasan unik.
Sebagian diantara kita pasti ada yang pernah mendengar nama "Hama Beads", mungkin dari internet atau mungkin juga dari saya sendiri. :D Hama beads atau manik-manik Hama ini sebenarnya adalah mainan edukasi untuk anak-anak dari usia balita hingga usia sekolah. Asal muasal mainan ini adalah dari negara Denmark.
Mainan yang berupa manik-manik berbentuk silinder dengan tiga macam ukuran diameter ini dibuat dari plastik karet dan diberi berbagai macam warna. Ukurannya sendiri terdiri dari: Mini Beads 2.5mm, Midi Beads 5mm, dan Maxi Beads 10mm. Sedangkan ukuran yang paling populer yaitu Midi Beads 5mm, karena tidak terlalu rumit namun bisa lebih detil. Ini dia perbandingan hasil desain ketiga ukuran Hama beads:

Hama beads sebenarnya dibuat untuk sarana belajar anak-anak, yaitu pengenalan bentuk dan warna, serta koordinasi tangan dengan mata. Bulatan-bulatan manik-manik yang berbentuk silinder disusun pada papan "pegboard", yaitu papan khusus yang didesain dengan berbagai bentuk yang familiar dan tergolong mudah bagi anak-anak. Ada pula seri-seri khusus yang dibuat dengan bentuk karakter-karakter kartun seperti Cars, Barbie, Mickey, dan lain lain.
Ada berbagai macam cara memainkan hama beads, salah satunya dengan menyusun bentuk/karakter diatas pegboard, selain itu bisa juga dirangkai dengan menggunakan senar/benang elastis, dapat juga disusun dan direkatkan dengan lem tembak hingga menyerupai karakter tertentu.
Hama beads dapat dijadikan berbagai macam aksesori seperti gelang, kalung, gantungan kunci, hiasan dinding, hiasan kulkas, hiasan pintu, aksesori kendaraan, dan sebagainya. Warna dan bentuk dapat disesuaikan dengan keinginan. :)
Ngomong-ngomong, saya sekarang sedang memulai merintis bisnis handmade accesories berbahan dasar Hama beads. Kunjungi [Me Likey.] ya, boleh dilihat-lihat dulu, bila tertarik hubungi nomer yang tertera disitu, atau tweet ke @MeLikeyID.
Mainan yang berupa manik-manik berbentuk silinder dengan tiga macam ukuran diameter ini dibuat dari plastik karet dan diberi berbagai macam warna. Ukurannya sendiri terdiri dari: Mini Beads 2.5mm, Midi Beads 5mm, dan Maxi Beads 10mm. Sedangkan ukuran yang paling populer yaitu Midi Beads 5mm, karena tidak terlalu rumit namun bisa lebih detil. Ini dia perbandingan hasil desain ketiga ukuran Hama beads:

Hama beads sebenarnya dibuat untuk sarana belajar anak-anak, yaitu pengenalan bentuk dan warna, serta koordinasi tangan dengan mata. Bulatan-bulatan manik-manik yang berbentuk silinder disusun pada papan "pegboard", yaitu papan khusus yang didesain dengan berbagai bentuk yang familiar dan tergolong mudah bagi anak-anak. Ada pula seri-seri khusus yang dibuat dengan bentuk karakter-karakter kartun seperti Cars, Barbie, Mickey, dan lain lain.
| Pegboard Bentuk Anjing |
| Pegboard Bentuk Gajah |
Ada berbagai macam cara memainkan hama beads, salah satunya dengan menyusun bentuk/karakter diatas pegboard, selain itu bisa juga dirangkai dengan menggunakan senar/benang elastis, dapat juga disusun dan direkatkan dengan lem tembak hingga menyerupai karakter tertentu.
| Dirangkai dengan lem tembak |
| Dirangkai dengan tali/benang |
![]() | |
| Disusun dengan pegboard dan direkatkan dengan pemanas. |
Hama beads dapat dijadikan berbagai macam aksesori seperti gelang, kalung, gantungan kunci, hiasan dinding, hiasan kulkas, hiasan pintu, aksesori kendaraan, dan sebagainya. Warna dan bentuk dapat disesuaikan dengan keinginan. :)
Ngomong-ngomong, saya sekarang sedang memulai merintis bisnis handmade accesories berbahan dasar Hama beads. Kunjungi [Me Likey.] ya, boleh dilihat-lihat dulu, bila tertarik hubungi nomer yang tertera disitu, atau tweet ke @MeLikeyID.
Welcome Back to Me!
Ah.. Dasar dindun.. Malesan mulu mau nulis blog doang... Ide-ide berkeliaran kemana-mana juga mubadzir kebuang gitu aja... Heheheheh... Malu sebenernya, lihat temen-temen rajin bener post barunya bermunculan terus. Waktu ada, laptop ada, internet ada, kurang apaaaa coba.
Alamat blog disebar kemana-mana tapi diliat isinya post terakhir aja udah setengah tahun lebih yang lalu. Hihihih.. Cape deh...
Gimana ya caranya biar giat nulis? Anyone?
*brb download aplikasi blogger buat HP*
(ada ngga sih?)
Alamat blog disebar kemana-mana tapi diliat isinya post terakhir aja udah setengah tahun lebih yang lalu. Hihihih.. Cape deh...
Gimana ya caranya biar giat nulis? Anyone?
*brb download aplikasi blogger buat HP*
(ada ngga sih?)
James Verone, Mencuri $1 demi Kesehatan
Tiba-tiba ingat sesuatu di Hari Rabu minggu lalu, tepatnya tanggal 22 Juni 2011. Tidak ada yang spesial hari itu, hanya saja saya membaca sebuah koran Warta Kota tertanggal hari itu di Warung Nasi Bu Ning Sarmili dan menemukan sebuah berita singkat tentang seseorang yang berfikir Out of The Box. Kalau ada yang punya korannya coba buka rubrik "Kilas Dunia" halaman 23 deh.
Namanya James Richard Veron, umurnya 59 tahun dan telah menanggur sejak tak lagi menjadi delivery person Coca-Cola (ABC News, June 23, 2011). Orang ini tak punya asuransi kesehatan, sedang ia menderita sakit punggung kronis dan cedera pada kaki kirinya. Kala itu ia masih mentolerir dan mengabaikan penyakit dalam dirinya. Namun ketika ia merasa menemukan benjolan pada bagian dada dan merasakan sakit luar biasa, ia berfikir harus melakukan sesuatu.
Seorang pengangguran tanpa asuransi kesehatan dan hanya memiliki sedikit uang tabungan serta kupon makan, tak mungkin berencana nekat datang ke rumah sakit dan mendaftarkan diri pada resepsionis. Yang ia lakukan ialah mendatangi sebuah Bank bernama Gastonia Bank di Kota Gastonia, yang ia pilih secara random. Ia mendatangi teller bukan untuk mengajukan pinjaman, melainkan memberikan secarik kertas yang ia tulisi pernyataan bahwa ia meminta uang $1 dan mengatakan bahwa ia membawa senjata. Ya. dia mencoba merampok. Dan hanya $1.
Merasa ada yang tak beres teller bank tersebut langsung menelpon 911 dengan panik, dan tidak lama kemudian teller itu dilarikan ke Gaston Memorial Hospital karena penyakit tekanan darah tingginya kambuh. Verone sendiri malah duduk tenang di sofa menunggu polisi datang manangkapnya. Sebelum Verone memesan taksi untuk menuju Gastonia Bank, ia sempat mengirim email pada Gastonia Gazette, harian Kota Gastonia, yang berisi: "When you receive this, a bank robbery will have been committed by me. This robbery is being committed by me for one dollar." Dia juga menuliskan motif pencuriannya adalah demi kesehatan.
Yup, James Verone memang sengaja mencuri $1 dari bank agar dirinya ditangkap dan dipenjara. Verone berfikir jika ia ditangkap dengan tuduhan perampokan bank maka ia akan dipenjara selama 3 tahun, dan selama 3 tahun tersebut ia bisa mendapatkan perawatan kesehatan secara gratis untuk punggung, dada, dan kakinya. Setelah dipenjara pun ia akan mendapatkan jaminan sosial serta tinggal di Myrtle Beach. Namun pada kenyataannya, ia menghadapi tuduhan pencurian terhadap seseorang dan mendapat hukuman kurang dari 12 bulan. Tak kekurangan akal, ia berencana mencuri lagi setelah keluar dari penjara nanti. Dan ia tidak lupa meminta maaf kepada teller bank yang ditodongnya karena telah membuat teller tersebut harus menjalani perawatan dirumah sakit.
Demi kesehatan orang ini mau melakukan apapun. James Verone berfikir kreatif sehingga ia mendapatkan perawatan kesehatan yang dibutuhkannya walau harus mencuri uang $1 di bank.Dia juga memberikan pernyataan bahwa ia tak takut sama sekali saat melakukan pencurian itu, ""I didn't have any fears. If you don't have your health you don't have anything."
Sumber:
Warta Kota, Rabu 22 Juni 2011
It's In Me! It's Creativity.
Sekilas judul post ini mirip dengan tagline sebuah produk air mineral, jika diperhatikan lebih cermat ini bukan mirip tapi memang sama. Bukan bermaksud nyolong ide, atau pun senjata agar dapet banyak hit dari blogwalker, tapi saya sedang ingin menceritakan sesuatu yang berhubungan dengan makna dari ungkapan "It's In Me" itu sendiri.
Waktu masih tingkat satu dulu saya sering ikut tapping acara Kick Andy. Pernah suatu kali saya ikut tapping episode dengan tema yang saya suka, "Young On Top" yaitu mengenai orang-orang yang sudah mencapai kesuksesan di usia yang terhitung muda. Salah satu nara sumber yang hadir pada saat itu Yoris Sebastian, pemilik predikat "General Manager termuda se-Asia dan termuda kedua di dunia" pada waktu itu. Yoris dikenal sebagai sosok yang inovatif dan kreatif. Bahkan menurut saya Yoris ini bisa dibilang seorang Pakar Kreatifitas. Melakukan sesuatu diluar kebiasaan itu salah satu proses kreatif, itu quote yang saya masih ingat saya dapat dari Yoris. Contohnya sepele saja, jika kita terbiasa memakai jam tangan di pergelangan tangan kiri, coba deh sesekali pakai di pergelangan tangan kanan. Hal-hal kecil seperti itu memicu kita untuk terus berpikir kreatif, Think Out of The Box, Execute Inside the Box.
| Kreatifitas itu tidak terbatas, boundless. |
Berbicara tentang kreativitas, selalu ada satu sosok yang secara dominan menginspirasi saya. Creative People tak harus terkenal kan? Tak harus seniman ulung yang karyanya dipamerkan dimana-mana hingga banyak tiruannya, tak harus penyanyi bersuara merdu yang lagunya tergaung di setiap pemutar musik walau hanya bajakannya, tak harus penyandang predikat "ter-" yang punya segudang piala walaupun hanya piala imitasi.
Creative People bisa jadi orang-orang disekitar kita, yang dekat dengan kita. Bahkan bisa jadi kita sendiri termasuk Creative People. Ya, saya berani bilang bahwa saya ini kreatif, saya yakin sepenuh hati. Tapi disini saya bukan akan menceritakan diri saya sendiri dengan narsis. Creative People yang akan saya ceritakan ini adalah sosok yang terdekat dengan saya, walau sudah lama kami tidak bertatap muka berkedip mata bergandeng tangan dan berpelukan. Still.. The most inspiring creative people in my life is my mother. No one can ever be better than her.
Perfect. Sempurna. Satu kata yang menggambarkan Almh Mama. Kenapa saya bilang gitu? Karena memang gitu keadaanya. Semua hal yang menurut saya harus ada pada diri seorang perempuan, sudah ada semua di diri Mama. Semua jenis pekerjaan perempuan, Mama pasti bisa lakukan. Semua keterampilan khas perempuan, Mama punyai. Saya bisa bilang, Mama saya punya kreatifitas tanpa batas.
Memasak adalah salah satu keterampilan khas perempuan yang paling tersohor. Walaupun memasak sendiri sebenarnya tidak terbatas hanya dilakukan oleh kaum perempuan, tetapi kebanyakan orang pasti masih setuju dengan ungkapan bahwa perempuan harus bisa memasak. Mama, juara dalam hal memasak. Jenis masakan apapun pasti Mama bisa buat, dan selalu enak. Bahkan dulu Mama ngga cuma masak untuk keluarga lho, dulu Mama sering menerima pesananan kue-kue untuk acara-acara besar. Pesanan kue dalam jumlah besar juga sering datang mendekati Lebaran. Kalo udah gitu, Mama pasti jadi sering begadang, tidur sangat malam dan bangun sangat pagi demi menyelesaikan pesanan ribuan kue. Saya? Bagian icip-icip tentunya.
Menjahit hampir sama populernya dengan memasak. Profesi penjahit juga ngga selalu perempuan, tetapi menjahit adalah salah satu pekerjaan perempuan yang sudah mulai lekang oleh waktu. Mungkin, sekarang ini, kalo dibikin perbandingan antara perempuan yang bisa menjahit dengan yang tidak, pasti sangat timpang. Saya? Bisa dong, tapi menjahit bagian-bagian baju yang bolong atau kancing lepas saja. Mama? Jangan ditanya. Dulu saya dan kakak saya jarang beli baju jadi. Seringnya, kalo kami pingin punya baju baru ya beli bahan/kain, lalu Mama yang menjahit. Membuat pola, memotong pola, menjahit, Mama juaranya. Selain kreatif, lebih irit pula kan?
Fashion, salah satu hal yang nggak bisa lepas dari dunia perempuan. Mama dulu pernah menjadi penata busana untuk acara-acara Fashion Show juga. Mix and match outfit sudah tidak asing lagi buat saya. Walaupun dulu saya belum pernah ikutan jadi objek, tapi saya bisa lihat dari foto-foto Mama dan kakak-kakak saya, sangat fashionable. Memadukan mode dan warna atasan, bawahan, alas kaki, asesori, make up, serta gaya rambut adalah keahlian Mama juga.
Kerajinan tangan seperti kristik (cross stitch), sulam, anyam, jahit, dan gunting-tempel juga menjadi hobi Mama sehari-hari. Hiasan-hiasan dinding di rumah adalah hasil karya Mama sendiri. Di ruang tamu ada pigura sebesar 1 x 1,5 m yang membingkai hasil kristik Mama sendiri. Bunga-bunga imitasi di setiap vas di atas meja juga hasil karya Mama dari bahan pita jepang. Taplak meja berwarna-warni juga hasil karya Mama dari bahan benang wol dan selang kecil. Bukan sekadar hobi, kala itu Mama juga menerima pesanan souvenir pernikahan dalam jumlah besar. Hampir sama dengan pengerjaan pesanan kue, penyelesaian pesanan souvenir bisa membuat Mama tidak tidur semalaman.
Mama mengerjakan semua pekerjaan Ibu Rumah Tangga. Tidak pernah terlewat satu pun kewajiban beliau sebagai seorang Istri dan Ibu meski Mama bukan full time mom, Mama mengerjakan itu semua itu di luar jam kerja. Mama juga wanita karir seperti kebanyakan ibu-ibu muda jaman sekarang. Pagi-siang dihabiskan di kantor, di luar itu waktu Mama untuk keluarga. Mama ngga pernah kehabisan ide kreatif untuk tetap selalu memberikan perhatian penuh ke keluarga.
Aaahh.. writing any story about her always makes me shed a tear. I miss her so bad. :')
Anyway, kembali lagi, she's the most adorable creative people in my life. Kreatif itu tanpa batas, dan Mama selalu berpikir kreatif untuk membuat saya merasa "tercover". Meski Mama sibuk, Mama bekerja, Mama mengerjakan banyak hal, tapi saya ngga pernah sedikit pun merasa ngga diperhatikan. Kok bisa gitu? Ya karena Mama saya kreatif. :)
Saya pingin lho jadi seperti Mama. Wanita karir serba bisa yang tetap memberikan perhatian penuh ke keluarga. Makanya saya pingin kreatifitas yang ada di diri Mama itu ada juga di diri saya. Saya sedang belajar untuk itu, saya sedang berusaha membuat creativity itu jadi It's In Me. Ngga cuma health yang harus "It's In Me" tapi creativity juga. It's In Me! It's In Me! Kenapa saya pilih istilah "It's in me" bukan "It will be in me"? Buat motivasi aja, lagian emang saya pasti bisa membawa creativity ke dalam diri saya, kan saya sudah bilang di awal, saya yakin saya ini kreatif. (Abaikan!).
Sekali lagi, kreatif itu tanpa batas. Regards.
P.S.: salam kecup muahh buat Mama di Surga, doa Dinda selalu ada buat Mama
A Word Means Words
Kita pasti sering mendengar ungkapan bahwa sebuah kata bisa saja mempunyai banyak makna.Kita tentu tidak selalu bisa menelan mentah-mentah apa yang kita dengar dari orang lain, apalagi pada saat bersenda gurau. Tidak hanya itu, beberapa orang sering menggunakan kiasan-kiasan dalam membuat suatu karangan sastra, ada pula yang menggunakan kata kiasan sebagai senjata rayuan gombal. Sangat beragam bukan, sampai-sampai terkadang juga ada pasangan yang bertengkar hanya karena salah satu dari mereka menggunakan ungkapan dengan kiasan, sedang pasangannya tidak tepat mengartikan. (Ehm, ini bukan curcol yah). Yang jelas, bahasa itu penggunaannya luas, bahasa apapun. Language is no barrier, begitu istilahnya.
Contohnya nih lirik lagu yang dinyanyikan pertama kali oleh Frank Sinatra dan kemudian dipopulerkan oleh banyak orang dengan aransemen masing-masing, judulnya Fly Me to The Moon. Pasti sebagian besar dari kita sudah pernah mendengar lagu ini.
Fly Me To The Moon
Fly me to the moon
Let me play among the stars
Let me see what spring is like
On a-Jupiter and Mars
In other words, hold my hand
In other words, baby, kiss me
Fill my heart with song
And let me sing for ever more
You are all I long for
All I worship and adore
In other words, please be true
In other words, I love you
Fill my heart with song
Let me sing for ever more
You are all I long for
All I worship and adore
In other words, please be true
In other words, in other words
I love ... you
Dalam lagu ini, diceritakan seseorang yang mengungkapkan perasaan dengan kata-kata kiasan. Dia mengutarakan keinginannya dalam bahasa yang indah didengar, dengan kata-kata yang sebenarnya jika diartikan sangatlah tidak masuk akal untuk sebuah permintaan, tetapi ada makna lain yang tersirat dalam kata-kata tersebut.
In other words, dengan kata itu penulis lagunya menyertakan pula makna yang dimaksud dari kata-kata kiasannya. Dalam keseharian kita sering menyebut kata-kata indah ini sebagai GOMBAL. Seringkali, meski kita tau lawan bicara kita sedang nggombal, dan kita menunjukkan sikap tidak suka, dan walau sebenarnya memang tidak suka, namun dalam hati pasti pingin senyum juga, ya kan? Itulah kekuatan kata-kata. Kekuatan gombal. GOMBAL WARNING! :D
P.S.: Inget lagu ini gegara ngobrol sama Aang nih.. haha.. thanks yo mas e..
Tips: "Menjadi Pribadi yang Menyenangkan"
Kebetulan saya sedang di rumah, di Solo (minggir sitik lah), saya iseng-iseng ngoprek laci meja belajar saya jaman SMP-SMA dan menemukan kumpulan minimag dan buku saku yang isinya tips-tips pengembangan diri. Kemudian saya baru tersadar bahwa mungkin memang bacaan-bacaan inilah yang sedikit banyak mempengaruhi kepribadian saya sekarang.
Salah satunya berjudul "10 Kiat Menjadi Seorang Pribadi yang Disukai". Saya akan bagi disini isinya, singkat saja kok, karena memang cuma buku saku.
Kata kunci yang harus diperhatikan dalam berhubungan dengan orang lain adalah harga diri.
Kalimat di atas itu yang menjadi opening dari buku saku ini. Saya setuju dengan kalimat tersebut. Mengapa? Karena [IMO] dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain kita memang perlu terus belajar memuaskan harga diri orang lain tanpa menjatuhkan harga diri kita sendiri. Dalam buku ini juga dijelaskan bahwa harga diri yang terpuaskan membuat orang menjadi lebih menyenangkan, berprestasi, dan lebih bersahabat.
Sikap apa yang kita perlukan demi membangun hubungan baik dengan orang lain?
1. Royal dalam memberi pujian
Masih ingat teori kebutuhan manusia yang menyebutkan bahwa salah satu kebutuhan manusia adalah self-esteem atau penghargaan diri? Menurut buku ini, pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Kalau sampai saat ini ternyata diantara kita masih ada yang sangat sulit dalam hal memuji orang lain, mungkin kita kurang membuka mata kita terhadap hal-hal positif. Namun, jangan pernah sekalipun memuji orang lain hanya untuk menjilat, kita seharusnya memuji orang lain sesuai sisi baik yang kita lihat dari orang tersebut, karena hanya pujian yang tulus dari hati lah yang dapat membawa energi positif. "Yang dari hati pasti nyampe ke hati."
2. Membuat orang lain merasa penting
Mengerjakan sesuatu hal untuk seseorang yang menganggap kita penting itu lebih menyenangkan dari pada melakukan sesuatu hal untuk orang yang menganggap kita ada-atau-tidak-sama-saja bukan? :)
3. Jadi pendengar yang baik
Mengapa kita dianugerahi dua telinga dan satu mulut, bukan dua mulut satu telinga atau lainnya? Karena kita memang seharusnya lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Memberi kesempatan orang lain untuk berbicara sangatlah penting. Pernah menghadapi lawan bicara yang nyerocos terus kalau ngomong ngga pake titik koma? Atau pernah mengalami perdebatan yang pelik sampai-sampai menyampaikan pendapat pribadi pun tak ada kesempatan karena memang selalu dipotong oleh lawan bicara? Atau pernah berhadapan dengan lawan bicara yang lebih canggung hingga tidak ada yang memulai pembicaraan? Krik..krik..Tidak enak bukan berada dalam posisi itu, maka beri selalu kesempatan orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan agar percakapan terus mengalir, dengarkan dengan antusias, dan jangan menimpali jika tidak diminta.
4. Sebutkan nama dengan benar
Umumnya, orang tidak suka apabila namanya disebut secara salah apalagi sembarangan. Bila memang masih ragu, tanyakan secara langsung bagaimana melafalkan dan menulis nama tersebut dengan benar. Menggunakan nama dalam percakapan, bukan sekedar sapaan, membuat lawan bicara kita merasa dihargai. Menyebut nama Adi dalam percakapan lebih baik daripada sekadar sapaan "Kamu" atau "Anda" sekalipun. Menyebutkan Pak Peter dalam percakapan juga dirasa lebih baik kan daripada sekadar sapaan "Bapak". Begitupun Dindun, lebih suka disebut namanya daripada sekadar dipanggil "Mbak" atau "Kak".
5. Ramah bersikap
Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Keramahan membuat orang merasa betah berada di dekat anda. Keramahan memecahkan kebekuan dan kekakuan suasana.
6. Murah hati
Anda tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi.
Kemurahan hati itu disatu sisi baik untuk diri kita, dan disisi lain baik bagi orang lain. Oleh karena itu, muncul anggapan bahwa orang yang murah hati berbuat baik pada dirinya sendiri.
7. Menghindari kebiasaan mengkritik, mencela, atau pun menganggap remeh
Umumnya, orang tidak suka bila kelemahannya diketahui orang lain, apalagi dipermalukan. Jika hal itu terjadi, maka orang tersebut akan merasa harga dirinya diserang. Hal ini menyebabkan pertahanan diri dengan sikap tidak bersahabat.
8. Bersikap asertif
Jika yang terjadi adalah prinsip yang berseberangan antara kita dan orang lain, maka kita tidak harus selalu menyesuaikan diri. Begitu pula dengan orang lain, bukan lawan bicara kita yang harus selalu menyesuaikan diri juga. Bersikap asertif adalah mengatakan Ya atau Tidak pada hal yang tepat. Hal ini tentu jauh lebih baik daripada menjadi Yesman.
9. Melakukan hal-hal yang kita ingin orang lakukan kepada kita
Inisiatif, adalah hal yang harus ada pada diri kita. Bila kita ingin orang lain menghargai kita, maka kita harus berinisiatif dulu untuk menghargai orang lain. Berlaku juga untuk hal-hal lain. Terkadang hal ini juga berefek sama pada hal-hal negatif yang kita lakukan ke orang lain, akan kembali ke diri kita juga.
karma is a bitch
Satu hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita mencintai diri kita sendiri. Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, menyukai dan melaksanakan apapun yang terbaik untuk diri sendiri. Semakin kita menyukai diri kita sendiri, semakin mudah pula kita menyukai diri orang lain. Efek dominonya, orang lain akan menyukai kita karena kita bersikap baik dan menyenangkan.
Itulah tadi sepuluh poin yang sedikit banyak membantu kita dalam berbaur dengan lingkungan. Lumayan nih nemu buku saku nya, berguna banget buat dishare dan tentu saja buat ngingetin diri saya sendiri. :)
Menu-menu Aneh McDonald's di Seluruh Dunia
Siapa yang tidak kenal McDonald's? Restoran fastfood waralaba raksasa yang menguasai penjualan hamburger di seluruh dunia. Bahkan dalam wikipedia disebutkan: McD is the world's largest chain of hamburger fast food restaurants dan dalam wikipedia berbahasa Indonesia disebutkan bahwa McD dijadikan sebagai simbol globalisasi dan penyebar gaya hidup orang Amerika.
Restoran McDonald's pertama di Indonesia terletak di Sarinah, Jakarta dan dibuka pada 23 Februari 1991. Berbeda dari kebanyakan restoran McDonald's di luar negeri, McDonald's juga menjual ayam goreng dan nasi di restoran-restorannya di Indonesia. FYI, Sarinah Plaza (nama sekarang) adalah pertokoan berkonsep mal pertama di Indonesia yang didirikan tahun 1965 dengan konsep Toserba atas instruksi Bung Karno.
Menu utama restoran McD adalah hamburger, disamping itu disediakan juga soft drink, kentang goreng, ayam olahan, dan hidangan-hidangan lokal yang disesuaikan dengan tempat restoran itu berada. Di Indonesia kita biasa menjumpai restoran McD menjual nasi + ayam goreng, tetapi saat kita berada di luar negeri jangan berharap bisa memesan menu tersebut di setiap restoran McD.
Berikut ini saya akan sebutkan beberapa menu restoran McD seluruh dunia yang tidak ada di McD Indonesia, atau bahkan memang sudah tidak ada di negara manapun. Bagi kita mungkin menu-menu ini sangat terlihat, terdengar, dan terasa aneh, tapi mungkin di negara lain ini memang sangat lazim bahkan menjadi favorit consumer. Tapi bisa juga menu-menu ini hanya berbeda di penamaannya, beberapa restoran McD di negara-negara lain memang memberi nama khas pada menu McD.
Yuna Zarai – Deeper Conversation
Is your favorite color blue?
Do you always tell the truth?
Do you believe in outer space?
and i'm learning you
Is your skin as tanned as mine?
Does your hair flow sideways?
Did someone took a portion of your heart?
and i'm learning you
And if you don't mind
Can you tell me all your hopes and fears
and everything that you believe in
Would you make a difference in the world
I'd love for you to take me to a deeper conversation
Only you can make me
I let my guard down for you
and in time you will too
If you don't mind
Can you tell me all your hopes and fears
and everything that you believe in
Would you make a difference in the world
I'd love for you to take me to a deeper conversation
Only you can make me
Do you always tell the truth?
Do you believe in outer space?
and i'm learning you
Is your skin as tanned as mine?
Does your hair flow sideways?
Did someone took a portion of your heart?
and i'm learning you
And if you don't mind
Can you tell me all your hopes and fears
and everything that you believe in
Would you make a difference in the world
I'd love for you to take me to a deeper conversation
Only you can make me
I let my guard down for you
and in time you will too
If you don't mind
Can you tell me all your hopes and fears
and everything that you believe in
Would you make a difference in the world
I'd love for you to take me to a deeper conversation
Only you can make me
I ♥ Shoes
Lumayan lama ngga ngeblog, waktu cum dibahiskan untuk blogwalking aja. Padahal ide tulisan banyak sekali mencuat melompat di pikiran saya. Salah satunya ya ini, menulis tentang kesukaan saya terhadap benda bernama sepatu. Ya, saya termasuk salah satu orang yang agak gemar mengoleksi jenis dan model sepatu walau ngga semuanya saya pake sehari-hari. :)
Kadang saya membeli sepatu untuk di pakai sehari-hari ke kampus. Modelnya biasa saja dan cenderung casual-semi formal. Warna pun standar, kalo ngga putih, item, cokelat, ya abu-abu. Kenapa begitu? Karena menyesuaikan warna-warna outfit yang diperbolehkan di peraturan kampus.
Diluar itu, saya beberapa kali juga sengaja membeli sepatu untuk tujuan tertentu. Misalnya, untuk menghadiri pesta pernikahan, wisuda, photo buku angkatan, nge-MC, ngamen, dan special occasion lain. Nah, untuk tujuan-tujuan itu saya agak berani bereksperimen dalam memilih model dan warna, disesuaikan dengan acaranya lah ya.
Dulu, saat saya masih kuliah di PTN, sebenernya saya udah suka bereksperimen dengan model dan warna sepatu. Soalnya, disana kan bajunya juga ngga harus kemeja dan rok panjang polos seperti di PTK ini. Dulu saya suka sekali nge-match outfit dengan warna yang senada untuk setiap datang kuliah. Kalau pake baju warna pink, saya akan berusaha nge-match jilbab, sepatu, tas, dan aksesori lain dengan warna yang senada dengan warna pink. Begitu pula dengan warna lain. Disitulah serunya eksperimen warna dan model sepatu.
Saya kangen kebiasaan seperti itu. Disini, meskipun sebenernya sih oke-oke saja untuk ngematch full outfit gitu, saya jadi jarang bereksperimen. Selain karena model baju yang formal, juga karena teman-teman disini ngga banyak yang begitu. Bukan berarti saya bisa bereksperimen kalo ada temennya doang lho. Masalahnya, disini, ketika saya berpenampilan agak beda dari teman-teman saya, pasti ujung-ujungnya jadi bahan lirikan sinis dan aneh.
Munculnya kosakata "lebay" ternyata berpengaruh banyak di dunia fashion. Menurut saya, ngga ada yang "lebay" di fashion. Fashion is about art, ngga ada salah ngga ada benar, semua orang berhak bereksperimen dan membuat stylenya sendiri-sendiri. Tapi, sering kali kata "lebay" ini digunakan untuk menyebutkan keadaan dimana seseorang bertingkah dan berpenampilan beda dari teman-teman disekitarnya. Jujur saja, saya ngga mau dibilang "lebay" cuma karena bereksperimen dengan outfi saya disini, kecuali teman-teman saya mau ikut lebay semua.
Kembali lagi ke sepatu, siang tadi saya baru saja membeli sebuah sepatu baru. Tapi ini bukan pamer, sekedar ngasi tau aja. Sebenarnya acara "beli sepatu" ini saya rencanakan akan terlaksana setelah dipastikan magang dimana setelah lulus kuliah, ngga lama lagi, tinggal menunggu hitungan hari, yaaa paling sekitar seratus lima puluhan hari lah. Nanggung kalo beli sekarang. Tapi, tak disangka-sangka tak dinyana-nyana, sepatu saya yang cokelat tiba-tiba robek bagian depan. Padahal sepatu itu satu-satunya sepatu yang cocok dipake untuk santai dengan kesan feminin. Beberapa kali saya menghadapi kesulitan saat akan menghadiri suatu acara dengan outfit casual-feminin dan berujung dengan sepatu putih buluk model casual-semi sporty. Dan itu ngga pas tapi dipas-pasin.
Ujung-ujungnya kemarin pas ikut Kuliah Calon Birokrat, si pacar bilang gini "kayaknya kamu lebih butuh beli sepatu deh". #jleb hehe.. Tergugahlah hati saya untuk mengubah perencanaan finansial untuk pembelian aset berupa sepatu. Saya pikir ulang keputusan saya yang lalu, dan berfikir, beli saja sepatu sekarang, tapi yang sekalian bisa dipake nanti pas magang. Artinya, saya ngga mungkin beli sepatu yang semi sporty lagi, minimal casual-feminin atau semi formal-feminin.
Setelah putar-putar Blok M Plaza akhirnya saya kepincut sama grey lizzy bow low heel dari Lower East Side Canada. Just simple yet so tough. Modelnya semi formal-feminin, saya suka kitten heelnya, dan saya pikir sepatu ini bisa saya pakai lagi nanti pas udah masuk dunia kerja magang.
Sebenernya, sebelum hari ini saya udah ngetag sepatu yang saya incer, black court mid heel peep toe-nya Marie Claire, tadi juga udah liat lagi barangnya di Marie Claire Store. Tapi dengan segala pertimbangan akhirnya saya mengalihkan sasaran. Salah satunya pertimbangan masalah harga, LES masih dibawah MC harganya. Lagi pula modelnya juga lebih general (ini sumpah ngeles doang, yg bener masalah harga).
Intinya kembali lagi ke masalah awal, sesuai judul post ini, I ♥ Shoes, dan saya rindu bereksperimen dengan mereka. Saya memakai apa yang saya rasa pantas dan nyaman saya pakai, saya suka bereksperimen dengan warna dan model sepatu karena memang saya suka, bukan karena ingin dilihat dan dinilai lebih oleh orang lain di sekitar saya. Dan saya tidak pernah membeli sepatu tanpa tujuan, itu hal yang sia-sia, apalagi saya beli dengan duit dari ortu saya. Fashion is about art. Shoes fashion is my passion. So, let me "art" them. :)
Kawan Berhentilah Sejenak
| My Tumblr |
Roda kehidupan selalu dan pasti berputar kawan..
Di atas di bawah bukanlah masalah..
Yang terpenting bagi kita adalah tetap melaju..
Mengayuh harapan di bahu kita..
Berhenti sejenak jika kejenuhan menggelayuti..
Tetapi jangan pernah lelah untuk bangkit dan bangkit lagi..
Mengayuh roda kehidupan menggapai asa disana..
Jangan pernah lelah dan menyerah pada keadaan..
Dan jangan pernah lengah pada hambatan...
-radhdindun-
Owl City - Aligator Sky
Aligator Sky
(Owl City feat. Shawn Chrystopher)
[Chorus]
Where was I when the rockets came to life
And carried you away into the alligator sky
Even though, I'll never know what's up ahead
I'm never lettin' go, I'm never lettin' go
[Shawn Chrystopher - Rap Verse 1]
Uh uh, that's not a plane, that's me
I'm sittin' where I'm supposed to
Floatin' on the cloud, can't nobody come close to
The concrete and the sky switch places
So now my ceiling is painted with cosmic spaces
Firecracker to the moon, keep your eyes shut
Blastin' off like a rocket from the ground up
Heh, I used to catch a cab on the Monday
Now the taxi's sellin' lights on the runway, fly
Condo on the milky way
A house on the cloud and God's my landlord
And for my rent all I pay is my drive
Got that so If you need me you can find me in the alligator sky
Where was I when the rockets came to life
And carried you away into the alligator sky
Even though I'll never know what's up ahead
I'm never lettin' go, I'm never lettin' go
[Bridge]
Roller coaster through the atmosphere
I'm drowning in this starry serenade
Where ecstasy becomes cavalier
My imagination's taking me away
Reverie whispered in my ear
I'm scared to death that I'll never be afraid
Roller coaster through the atmosphere
My imagination's taking me away
[Shawn Chrystopher - Rap Verse 2]
Uh, now I'mma dance like I never dance
Sing like I never sing, dream like I've never dreamed
Or try to, 'cause we've been lied to
That the sun is somethin' that we can't fly to
Well, I sit on my star and see street lights
Look up, ha, you'll miss me if you blink twice
Imagination is hot and if you got it you can meet me
When you see me in the alligator sky
[Chorus]

Where was I when the rockets came to life
And carried you away into the alligator sky?
Even though I'll never know what's up ahead
I'm never lettin' go, I'm never lettin' go
Where was I when the rockets came to life
And carried you away into the alligator sky?
Even though I'll never know what's up ahead
I'm never lettin' go, I'm never lettin' go
In the alligator sky...
Subscribe to:
Posts (Atom)




